TEMAN2 3HERO

Memaparkan catatan dengan label puisi. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label puisi. Papar semua catatan

Ahad, 23 Ogos 2009

SEKADAR CORETAN 2




Mengapa engkau hanya tertunduk didalam sepi
Dan membiarkan seluruh anganmu menghamili sunyi
Sedangkan penantian adalah indahnya kehidupan
Kerana setiap desah nafas kita adalah harapan

Mengapa senantiasa kau ukir pedih
Dalam luasnya linang hatimu
Sedangkan bulan masih menawarkan sejuta harapan
Maka yakinlah do’a - do’amu belumlah berakhir

Mengapa rindu itu harus menggores hatimu
Dan kau nanti waktu untuk kembali
Sedangkan cerita ini berjalan ke depan
Maka berhentilah mengeja rembulan
Namun melangkahlah dengan seluruh keyakinanmu

SEKADAR CORETAN


ada sepi yang merajut malam
saat detik-detik mulai tenggelam
dan penantian tertinggal dalam kelam

ada pedih terukir
untuk satu asa yang hadir
dalam sebait doa terakhir

ada rindu menggores hati
menanti waktu yang kembali
agar dapat kueja dengan pasti

Isnin, 29 Jun 2009

Ahad, 28 Jun 2009

DARI SAHABAT SEJATI KEPADA SAHABAT SEJATI

~adakalanya menghitung bintang di sunyi malam lebih mudah dari menggenggam sekeping hati~

-

puisicinta

KELUKAAN SEORANG AKU





Di puncak bukit
Ku telusuri misteri
Batu-batu cadas dan duri yang terserak
Adalah permaidani langkahku

Di lembah seribu mimpi
Ku peluk angan-angan
Menatapi cinta yang bebas terbang
Ke angkasa
Ke langit biru

Bukit dan batu kapur
Lembah dan bunga duri
Adalah lantai
Adalah dinding
Cinta pengembara yang tiada

Di hujung dunia
Siapakah yang menangkap cintaku
Kala aku pasrah dalam penantian?
Siapakah yang memeluk dukaku
Kala aku rebah dalam sendirian?
..Jawabnya adalah aku..


Nukilan,
Justina Nong 1999
( Tersiar dalam akhabar Borneo Mail 1999 )

SUARA ANAK MARUDU




Suara Anak Marudu,
Kita aturkan setiap inci kamar rumah ini dengan tidak berjarak
Kita bersihkan halaman ini tanpa sampah curiga
Kita dirikan tiang perpaduan
Kita lupakan agenda kesukuan
Kita kejapkan wasila warga agar tak terlerai dari tambatan nusa
Jangan biarkan generasi hari depan mendepani sengketa.

Suara Anak Marudu,
Kita lahir kerana tunjang kita adalah akal jati perpaduan
Yang begitu tegar menyatukan warga di saujana padang persefahaman
Ayuh kita cantas pucuk dendam duri perdu sengketa
Runtuhkan banir muslihat kehancuran.

Suara Anak Marudu,
Di sini kita perjelaskan mimpi menjadi nyata
Matlamat yang terpeta disaat pertama kita berikrar
Bahawa kita adalah SUARA bagi rakyat kita.

Suara Anak Marudu,
Di beranda halaman rumah ini
Kita cipta taman percaya
Bahawa hanya perpaduan
Menubuhkan benih integrasi
Dan menjelaskan wajah warga
Pada sebuah rumah bangsa
SUARA ANAK MARUDU.


Hak Cipta,
Justina @ Nong
Suara Anak Marudu '09